⏱ 1 jam 37 mnt
📚 4 pelajaran
🎧 Versi audio
Tentang kursus ini
Tradisi Abrahamik bukanlah benda museum. Mereka adalah gerakan yang hidup, diperdebatkan, beragam secara internal yang secara aktif menegosiasikan identitas mereka dalam kaitannya dengan modernitas, pluralisme, dan satu sama lain. Seorang mahasiswa yang telah mempelajari dasar-dasar sejarah dan teks-teks mereka siap untuk terlibat dalam pertanyaan-pertanyaan yang lebih sulit: sifat dan batasan dialog antaragama, klaim teologis yang dibuat setiap tradisi tentang yang lain, dan keadaan debat keilmuan saat ini mengenai pertanyaan-pertanyaan tentang asal-usul sejarah dan interpretasi tekstual.
Pada akhir kursus ini Anda akan dapat menganalisis model-model utama dialog antaragama dan pranggapan teologisnya, terlibat dalam debat keilmuan terkini tentang asal-usul dan perkembangan tradisi Abrahamik, membandingkan bagaimana setiap tradisi telah merespons secara internal terhadap tantangan modernitas, dan mengartikulasikan kerangka kerja Anda sendiri untuk keterlibatan keagamaan komparatif yang hormat dan ketat.
Apa yang akan Anda pelajari:
- Model-model dialog antaragama: exclusivism, inclusivism, dan pluralism — logika teologis dan kritik mereka
- Hubungan Yahudi-Kristen sejak Holocaust: Nostra Aetate, penerimaannya, dan perkembangan selanjutnya dalam dialog
- Dialog Yahudi-Muslim dan Kristen-Muslim: inisiatif utama, hambatan, dan peran situs suci yang dibagi dan diperdebatkan
- Tantangan historis dan kritis terhadap asal-usul Abrahamik: the documentary hypothesis, the historical Jesus question, dan critical Quran scholarship — apa yang dipertaruhkan dan bagaimana setiap tradisi merespons
- Reformasi, ortodoksi, dan fundamentalisme: bagaimana setiap tradisi telah terdiversifikasi secara internal sebagai respons terhadap modernitas dan apa artinya itu untuk generalisasi tentang "apa yang diajarkan tradisi"
- Supersessionism dan alternatifnya: klaim teologis bahwa satu perjanjian menggantikan yang lain, para kritikusnya, dan seperti apa teologi pasca-supersessionist
- Debat kontemporer tentang hukum agama: halakha, canon law, dan Sharia dalam konteks demokratis sekuler
- Membingkai studi berkelanjutan: jurnal-jurnal utama, edisi teks primer, dan karya referensi keilmuan untuk melanjutkan studi komparatif mendalam
Kursus ini dibangun di sekitar pembacaan komparatif teks-teks keilmuan, latihan analisis argumen, dan esai reflektif yang diperpanjang. Anda akan terlibat dengan posisi keilmuan aktual di bidangnya, bukan hanya ringkasan, dan menghasilkan respons analitis Anda sendiri.
Kursus ini ditulis untuk mahasiswa yang telah menyelesaikan studi dasar tradisi Abrahamik dan ingin terlibat dalam keilmuan kontemporer dan wacana antaragama. Cocok untuk mahasiswa agama, teologi, sejarah, dan bidang terkait. Pendekatan di seluruh kursus bersifat keilmuan, bukan devosional.
Apa yang Anda dapatkan
-
📜
Sertifikat penyelesaian
Tambahkan ke profil LinkedIn Anda
-
🎧
Termasuk versi audio
Belajar di mana saja — tanpa layar
-
♾️
Akses seumur hidup
Kembali kapan saja, tanpa kedaluwarsa
-
📱
Ponsel atau komputer
Berfungsi di mana saja, perangkat apa saja
-
💸
Pengembalian 30 hari
Tanpa pertanyaan
-
⚡
Singkat dan fokus
1 jam 37 mnt konten praktis
Ulasan
Belum ada ulasan — jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pelajar lain juga mengambil
Pertanyaan umum
Apa yang saya butuhkan untuk mengikuti kursus ini?
+
Cukup ponsel atau komputer dengan internet. Tidak ada instalasi atau perangkat khusus.
Bagaimana cara membayar?
+
Dengan kartu via Stripe, atau kripto. Kami tidak menyimpan detail kartu — Stripe menanganinya dengan aman.
Bisakah saya mendapat refund?
+
Ya — refund penuh dalam 30 hari, tanpa pertanyaan.
Berapa lama saya akan punya akses?
+
Selamanya. Setelah membeli, kursus jadi milik Anda untuk dikunjungi lagi kapan saja.
Apakah saya akan mendapat sertifikat?
+
Ya. Setelah selesai, Anda akan menerima sertifikat yang bisa ditambahkan ke profil LinkedIn.
Dibuat untuk pelajar di
Teknologi
Desain
Keuangan
Pemasaran
Kesehatan
Pendidikan
Perhotelan
Manufaktur